Ini adalah sepucuk surat buat segenap ukhti yang beriman kepada Alloh dan hari akhir. Buat segenap wanita… baik sebagai ummi, ukhti, istri maupun binti…yang oleh Alloh Ta’ala telah diberi amanah memelihara tanggung jawabnya masing-masing… niscaya di hari kiamat kelak akan menanyakan apa yang menjadi tangggung jawab anti semua.
Buat segenap remaja putri yang mengimani Alloh… buat siapa saja yang hari ini menjadi ukhti… kemudian esok bakal menjadi istri dan selanjutnya menjadi ummi.
Wahai wanita yang mengimani Alloh sebagai Rabb-nya, Islam sebagai dien-nya dan Muhammad sebagai nabi serta rasulnya. Mudah-mudahan engkau pernah membaca seruan nan luhur dari Alloh: “Hai istri-istri nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertaqwa maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara (melembut-lembutkan suara) sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang baik. Dan hendaklah kamu tetap berada di dalam rumahamu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah seperti orang-orang jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Alloh dan Rasul-Nya… (Al Ahzab: 32-33)
Itulah seruan Alloh kepada siapa saja yang memahami firman-Nya: “Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan wanita yang mukmin apabila Alloh dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan yang lain tentang urusan mereka. Dan barang saiap yang mendurhakai Alloh dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat dalam kesesatan yang nyata. (Al Ahzab: 36)
Wahai ukhti… bacalah dan jangan terperdaya. Engkau hidup di zaman dimana kehinaan telah menguasai keutamaan. Karena itu berhati-hatilah terhadap mode-mode busana menyolok para wanita telanjang, mode-mode yang menjadi salah satu penyebab kejahatan dan kerusakan.
Wahai ukhti… janganlah engkau terperdaya oleh para dajjal, turis-turis yang menyerukan tabarruj dan buka-bukaan. Mereka adalah musuh-musuhmu wahai putri Islam-khususnya- dan musuh para kaum muslimin pada umumnya.
Wahai ukhti… sebenarnya Alloh telah menurunkan ayat-ayatNya yang telah jelas, supaya dengan melaksanakan tuntunan-tuntunan syari’at yang ada di dalamnya, engkau menjadi terpelihara dan tersucikan dari kotoran-kotoran jahiliyah yang hari ini, musuh-musuh Islam, para penyeru kebebasan, berusaha keras untuk sekali lagi mengembalikan kaum wanita ke abad jahiliyah dengan bersembunyidi bawah cover Peradaban, Modernisasi dan Kebebasan.
Namun sebenarnya orang-orang gila itu lupa dan tidak pernah memperhatikan bahwa wanita muslimah tidak mungkin akan dapat menerima pembebasan dirinya lepas dari pengabdiannya kepada rabb-Nya untuk kemudian jatuh menjadi mangsa bagi budak-budak tentara iblis.
Wahai putri Islam…para penyeru tabarruj dan buka-bukaan amat berambisi untuk melepaskan hijabmu, mereka berlomba-lomba ingin mengeluarkanmu dari rumah-rumahmu dengan dalih emansipasi.
Sayang seribu kali sayang, ternyata banyak wanita yang telah keluar rumah dengan pakaian yang menampakan ketelanjangannya (berpakaian tapi telanjang). Mereka berjalan berlenggak-lenggok, sanggul kepalanya seperti punuk onta, menggugah kelelakian kaum lelaki dan membangkitkan letupan-letupan nafsu seksual yang mestinya terpendam.
Wahai putri fitrah… janganlah engkau tertipu dengan semboyan peradaban yang sebenarnya hanya akan menjajakan wanita sebagai barang dagangan yang ditawarkan kepada siapa saja yang menghendakinya. Jangan pula engkau tertipu dengan tipu daya yang tak tahu malu. Alloh berfirman: “Dan jika kamu mengikuti kebanyakan manusia yang ada di muka bumi niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Alloh, tidaklah mereka mengikuti melainkan hanya persangkaan belaka dan tidaklah mereka melainkan hanya berdusta. (Al An’am: 116)
Pada busana sebatas lutut engkau bergegas? Demi Alloh, sungai manakah yang kan engkau seberangi ?
Seolah pakaian masih panjang di pagi hari
Namun kian tersingsing saat demi saat
Engkau sangka kamu laki-laki itu tanpa rasa ?
Sebab engkau mungkin tak lagi punya rasa ?
Tidak malukah engkau terhadap pandangan-pandangan mata itu ?
Aduhai ukhti… ! bacalah dan jangan terperdaya! Malukah engkau untuk bertaqwa dan berbusana iman ? Sementara engkau tiada malu untuk bertabarruj dan buka-bukaan ?
Wahai ukhti…, adakah akan merugikanmu penghinaan kaum juhala (orang-orang yang bodoh) itu selama kita berada di atas al haq sedang mereka di atas al bathil ?
Tidakkah engkau dengar firman Alloh: “Sesungguhnya orang-orang yang berdosa adalah mereka yang dahulunya di dunia menertawakan orang-orang yang beriman. Dan bila orang-orang yang beriman lewat di hadapan mereka mereka saling mengedip-edipkan matanya. Dan apabila orang-orang yang berdosa itu kembali dengan gembira. Dan jika mereka melihat orang-orang mukmin mereka berkata: ‘Sungguh mereka itu benar-benar orang yang sesat’, padahal orang-orang yang berdosa itu tiada dikirim untuk penjaga bagi orang-orang mukmin. Maka pada hari ini, orang–orang yang beriman menertawakan orang-orang kafir, mereka duduk di atas dipan-dipan sambil memandang. Sesungguhnya orang-orang kafir telah diberi ganjaran terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.” (Al Muthafifin: 29-36)
Wahai ukhti… siapa yang kelak tertawa di akhirat niscaya dia akan banyak tertawa.
Atau engkau pernah berfikir bahwa hijabmu itu akan menghalanginya untuk mendapatkan seorang suami?
Hai ukhti… Demi Alloh! Pikiran itu hanyalah waswasah (bisikan) syetan.
Tidakkah engaku tahu bahwa Alloh telah menetapkan bagi wanita pasangannya masing-masing? Maka karena itu dengarkan firman-Nya: “Perempuan-perempuan buruk (jahat) untuk pasangan laki-laki yang buruk (jahat). Laki-laki yang buruk untuk pasangan perempuan-perempuan yang buruk pula. Dan perempuan-perempuan yang baik untuk pasangan laki-laki yang baik untuk pasangan perempuan-prempauan yang baik.” (An Nur: 26)
Oleh sebab itu mestinya engkau jangan ridha kecuali jika menjadi pedamping seorang suami yang baik, yang berpegang teguh pada ajaran diennya dan selalu merasa diawasi oleh Rabbnya.
Suami seperti inilah yang engkau bakal merasa aman bagi jaminan hidup masa depanmu. Lihatlah! Di sana banyak sekali putri-putri sebangsamu yang terjebak dalam tipu daya kehidupan Romantisme dan Cinta menyesatkan. Ternayata banyak di antara mereka kemudian gagal dalam menempuh jalan hidupnya…. Begitu tragis.
Alloh berfirman: “…Apabila mereka telah mendekati akhir iddahnya, Maka rujukilah mereka dengan baik atau lepaskanlah mereka dengan baik dan persaksikanlah dengan dua orang saksi yang adil di antara kamu dan hendaklah kamu tegakkan kesaksian itu karena Allah. Demikianlah diberi pengajaran dengan itu orang yang beriman kepada Allah dan hari akhirat. Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan Mengadakan baginya jalan keluar”.
“Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. dan Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah Mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” (At Thalaq: 2-3)
Tapi bagaimanakah engkau sanggup berbusana seperti ini di tengah musim panas dan teriknya sengatan matahari ?
Wahai putri fitrah… sesungguhnya di dalam iman terdapat rasa manis bagi jiwadan rasa tentram bagi dada. Kalau engkau tahu bahwa neraka jahannam itu lebih panas niscaya segala rasa panas dunia akan, menjadi ringan bagimu.
Ketahuilah, sungguh seringan-ringannya orang yang disiksa di neraka pada hari kiamat aialah seseorang yang di bawah telapak kakinya diletakkan sepotong ‘bara’ dari api neraka, tetapi dari sepotong bara di bawah kakinya itu kan mendidih otaknya…
Waspadalah akan godaan-godaan syetan. Dengan demikain apakah gerangan yang menyebabkanmu berpaling dari seruan Alloh? Dunia dan perhiasannyakah …?
Bacalah firman-Nya: “Ketahuilah bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permaianan, perhiasan dan bermegah-megahan anatar kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak seperti hujan yang tanam-tanamannya itu mengagumkan para petani, kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu melihat warnanya menjadi kuning kemudian manjadi hancur. Dan akhirat nanti ada adzab yang keras dan ampunaan dari Alloh serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenagan yang menipu.” (Al Hadid: 20)
Atau adakah engaku kini sedang bergembira ria dengan para pemuda dan dengan dunia kecantikan, seraya engaku katakana: “Nantilah saya akan berhijab kalau umurku sudah tua” ?
Ketahuilah –semoga Alloh menunjuki kita semua- bahwa apa yang engku gembirakan itu adalah nikmat Alloh sebab; “Apa-apa yang ada padamu dari suatu nikmat maka ia adalah datangnya dari Alloh.” (an Nahl: 53)
Mestinya engkau wajib bersyukur kepada Alloh dengan cara mentaati-Nya.
betapa banyak remaja yang hari-harimnya penuh tawa…
padahal kain-kain kafan t’lah siap untuknya
sedang ia tak mengira betapa banyak temanten putri dihias ‘tuk sang suami tiba-tiba nyawa melayang di malam taqdir
Wahai ukhti… kembalilah segera kepada nilai-nilai dan prinsip Islam, niscaya harga diri dan kehormatanmu akan terjaga di hadapan siapa saja. Angkatlah kemuliaanmu wahai ukhti dengan cara menutup aurat dan berhijab. Semoga Alloh memberi taufik kepada kita semua untuk bisa melakukan apa yang dicintai dan diridahi-Nya. Akhirnya akau memohon pada Alloh agar Ia menjadikan amalan kita ikhlas karena wajah-Nya.
Jumat, 25 September 2009
Tips Memilih Calon Suami,
Assalamualikum wr wb,,
Lelaki yang paling diutamakan ialah lelaki yang soleh yang mempunyai pendidikan agama yang sempurna serta berpegang teguh dengan ajaran Islam. Di mana melalui panduan agama, seorang suami itu berwajiban menggauli isterinya dengan baik dan memberi nafkah sesuai dengan tuntutan Islam.
Firman Allah Taala dalam surah An-Nisaa’ ayat 34: Maksudnya :
“Lelaki itu pemimpin yang bertanggungjawab atas kaum wanita dan kerana Allah telah melebihkan sebahagian mereka (lelaki) atas sebahagian yang lain (wanita) dan kerana telah membelanjakan harta mereka”.
Dalam ayat di atas jelas bahawa suami mempunyai kekuasaan terhadap isteri di mana isteri hanya membantu suami dalam urusan rumahtangga. Lelaki yang benar-benar dapat mengendalikan kewajiban seorang suami mestilah berupaya menjadi ketua keluarga yang bertugas memimpin, mendidik dan memberi kasih sayang terhadap rumahtangga.
Di antara faktor penting dalam mengutamakan agama yang disarankan oleh Islam ialah :-
1. Mempunyai akidah yang sempurna dan kefahaman agama yang kukuh serta praktikal.
2. Melaksanakan syariat Islam berdasarkan prinsip yang berterusan.
3. Mengamalkan sikap kesederhanaan dalam hidupnya.
4. Mengetahui besarnya ganjaran nafkah di dalam rumah tangga.
Selain dari itu wajar bagi lelaki seorang yang tajam fikirannya, bijak menyelesaikan masalah, mempunyai sifat-sifat yang mulia, seorang yang penyayang, suka memberi dan menerima, bertolak ansur dan mengambil berat terhadap keluarganya.
Walau bagaimanapun, sebagai kaum lelaki sudah masanya dari sekarang melengkapkan diri dengan mencari dan mempelajari ilmu Islam sebanyak mungkin untuk persediaan di hari muka. Oleh itu, ingatlah bahawa kaum wanita pada hari ini sudah mengerti memilih calonnya di mana bukan saja lelaki yang kacak malahan bijak pula dalam selok belok agama yang sememangnya layak menjadi suami. Wassalam,
Lelaki yang paling diutamakan ialah lelaki yang soleh yang mempunyai pendidikan agama yang sempurna serta berpegang teguh dengan ajaran Islam. Di mana melalui panduan agama, seorang suami itu berwajiban menggauli isterinya dengan baik dan memberi nafkah sesuai dengan tuntutan Islam.
Firman Allah Taala dalam surah An-Nisaa’ ayat 34: Maksudnya :
“Lelaki itu pemimpin yang bertanggungjawab atas kaum wanita dan kerana Allah telah melebihkan sebahagian mereka (lelaki) atas sebahagian yang lain (wanita) dan kerana telah membelanjakan harta mereka”.
Dalam ayat di atas jelas bahawa suami mempunyai kekuasaan terhadap isteri di mana isteri hanya membantu suami dalam urusan rumahtangga. Lelaki yang benar-benar dapat mengendalikan kewajiban seorang suami mestilah berupaya menjadi ketua keluarga yang bertugas memimpin, mendidik dan memberi kasih sayang terhadap rumahtangga.
Di antara faktor penting dalam mengutamakan agama yang disarankan oleh Islam ialah :-
1. Mempunyai akidah yang sempurna dan kefahaman agama yang kukuh serta praktikal.
2. Melaksanakan syariat Islam berdasarkan prinsip yang berterusan.
3. Mengamalkan sikap kesederhanaan dalam hidupnya.
4. Mengetahui besarnya ganjaran nafkah di dalam rumah tangga.
Selain dari itu wajar bagi lelaki seorang yang tajam fikirannya, bijak menyelesaikan masalah, mempunyai sifat-sifat yang mulia, seorang yang penyayang, suka memberi dan menerima, bertolak ansur dan mengambil berat terhadap keluarganya.
Walau bagaimanapun, sebagai kaum lelaki sudah masanya dari sekarang melengkapkan diri dengan mencari dan mempelajari ilmu Islam sebanyak mungkin untuk persediaan di hari muka. Oleh itu, ingatlah bahawa kaum wanita pada hari ini sudah mengerti memilih calonnya di mana bukan saja lelaki yang kacak malahan bijak pula dalam selok belok agama yang sememangnya layak menjadi suami. Wassalam,
Jumat, 07 Agustus 2009
Mari Kembali Kepada Islam
Wajah Islam yang sebenarnya adalah indah, anggun, sempurna, tanpa cacat dan cela. Segala sisinya lengkap, cantik, tak ada sedikit pun kekurangan.
"Hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu, dan telah Aku cukupkan nikmatKu kepadamu dan Aku telah ridha Islam sebagai agamamu." (Al Maidah 3)
Namun sering tergambar di benak masyarakat umum, bahkan mayoritas umat Islam sendiri bahwa Ajaran Islam penuh dengan kekejian, kerusakan, teror, intimidasi, kekerasan dan hal-hal yang berbau negatif. Dari sini kita harus jeli memandang bahwa tidaklah ajaran islam itu identik dengan umat Islam. Karena mayoritas umat di zaman ini tidak mengerti, dan tidak pula mengamalkan Islam itu sendiri. Ajaran Islam sangat indah nan sempurna, sedangkan di sisi lain mayoritas umat islam tidak mengamalkan keindahan ajaran Islam tersebut.
Mari kita memandang dengan dengan pandangan yang jernih. Mari kita gali ajaran Islam yang selama ini banyak ditinggalkan oleh umat. Kita akan temukan mutiara-mutiara kecermelangan ajaran islam, jernih, bening tak keruh sedikitpun. Tak ada yang dibawa kecuali kebaikan semata, tidak ada ajakan yang kita dipanggil kepadanya kecuali kepada kebahagiaan saja. Dia adalah rahmah bagi seluruh alam, sederhana, sesuai dengan akal fikiran yang jernih, dan fitrah kemanusiaan. Tak heran jika ajaran Islam dikatakan oleh Allah terhadap penyandang risalahnya
"Dan tidaklah Aku utus engkau (Muhammad) kecuali sebagai rahmat bagi sekalian alam"
Diantara keindahan ajaran islam adalah anjuran Nabi Shallallahu alaihi wa sallam
"Sayangilah yang ada di bumi, niscaya engkau akan disayangi oleh Yang ada di langit (Allah)." ( HR. At Tabrani)
Islam pun mengajarkan meninggalkan perbuatan aniaya terhadap diri sendiri dan orang lain.
"Takutlah kalian dari berbuat kedzaliman (aniaya) , karena sesunggunya kedazliman itu adalah kegelapan pada hari kiamat." (HR. Bukhari Muslim)
Ia pun mengajarkan untuk berbuat keadilan kepada siapapun Berbuat adillah , karena keadilan itu mendekatkan kepada ketakwaan
Hal-hal di atas sedikit yang diajarkan oleh islam kepada umatnya. Tidak pernah memberatkan namun tak juga merendahkan fitrah kemanusiaan. Segala ajaran islam mudah, bisa dipelajari dan dipraktikan di segala tempat dan di setiap masa. Ia bukan sebuah ilusi yang tak mungkin diwujudkan.
Apabila kita membutuhkan contoh untuk mengamalkan Islam, maka kita akan dapatkan contoh tersebut dalam tataran pribadi maupun masyarakat. Dalam tataran pribadi, maka Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam adalah suri tauladan kita. Apabila kita butuh contoh sebuah generasi idaman maka generasi sahabat adalah contoh nyata bagi kita. Sebuah ujung yang pasti dari pengamalan ajaran Islam….ketentraman, kebahagiaan, dan keridhaan.. Maka mari kita kembali kepada Al Islam…
Wallallahu a'lamu bish showaab
***
"Hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu, dan telah Aku cukupkan nikmatKu kepadamu dan Aku telah ridha Islam sebagai agamamu." (Al Maidah 3)
Namun sering tergambar di benak masyarakat umum, bahkan mayoritas umat Islam sendiri bahwa Ajaran Islam penuh dengan kekejian, kerusakan, teror, intimidasi, kekerasan dan hal-hal yang berbau negatif. Dari sini kita harus jeli memandang bahwa tidaklah ajaran islam itu identik dengan umat Islam. Karena mayoritas umat di zaman ini tidak mengerti, dan tidak pula mengamalkan Islam itu sendiri. Ajaran Islam sangat indah nan sempurna, sedangkan di sisi lain mayoritas umat islam tidak mengamalkan keindahan ajaran Islam tersebut.
Mari kita memandang dengan dengan pandangan yang jernih. Mari kita gali ajaran Islam yang selama ini banyak ditinggalkan oleh umat. Kita akan temukan mutiara-mutiara kecermelangan ajaran islam, jernih, bening tak keruh sedikitpun. Tak ada yang dibawa kecuali kebaikan semata, tidak ada ajakan yang kita dipanggil kepadanya kecuali kepada kebahagiaan saja. Dia adalah rahmah bagi seluruh alam, sederhana, sesuai dengan akal fikiran yang jernih, dan fitrah kemanusiaan. Tak heran jika ajaran Islam dikatakan oleh Allah terhadap penyandang risalahnya
"Dan tidaklah Aku utus engkau (Muhammad) kecuali sebagai rahmat bagi sekalian alam"
Diantara keindahan ajaran islam adalah anjuran Nabi Shallallahu alaihi wa sallam
"Sayangilah yang ada di bumi, niscaya engkau akan disayangi oleh Yang ada di langit (Allah)." ( HR. At Tabrani)
Islam pun mengajarkan meninggalkan perbuatan aniaya terhadap diri sendiri dan orang lain.
"Takutlah kalian dari berbuat kedzaliman (aniaya) , karena sesunggunya kedazliman itu adalah kegelapan pada hari kiamat." (HR. Bukhari Muslim)
Ia pun mengajarkan untuk berbuat keadilan kepada siapapun Berbuat adillah , karena keadilan itu mendekatkan kepada ketakwaan
Hal-hal di atas sedikit yang diajarkan oleh islam kepada umatnya. Tidak pernah memberatkan namun tak juga merendahkan fitrah kemanusiaan. Segala ajaran islam mudah, bisa dipelajari dan dipraktikan di segala tempat dan di setiap masa. Ia bukan sebuah ilusi yang tak mungkin diwujudkan.
Apabila kita membutuhkan contoh untuk mengamalkan Islam, maka kita akan dapatkan contoh tersebut dalam tataran pribadi maupun masyarakat. Dalam tataran pribadi, maka Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam adalah suri tauladan kita. Apabila kita butuh contoh sebuah generasi idaman maka generasi sahabat adalah contoh nyata bagi kita. Sebuah ujung yang pasti dari pengamalan ajaran Islam….ketentraman, kebahagiaan, dan keridhaan.. Maka mari kita kembali kepada Al Islam…
Wallallahu a'lamu bish showaab
***
Pecinta Dunia dan Pecinta Allah
Bismillahirrohmaanirrohiim
Cita-cita itu jangan muluk-muluk, di dunia juga kita harus berhasil.
Jangan sampai hanya memfokuskan ke akhirat saja yang belum tentu sukses dan mengabaikan dunia, karena kita sekarang tinggal di dalamnya.
Kita seharusnya hidup itu cukup bersahaja saja, menolong banyak orang, dan ini yang seharusnya menjadi gaya hidup kita.
Peras lagi otak kita.....
Kalau pecinta dunia itu mencari dunia untuk kepuasan dirinya, pecinta Allah mencari dunia untuk mendapatkan kedekatan dengan Allah.
Pecinta dunia dengan pecinta Allah sama giatnya, kita bahkan lebih giat dari mereka karena kita pakai doa.
Kita kejar dunia dengan bersimbah peluh berkuah keringat, kita peras otak buat perusahaan yang profesional.
Tetapi kepuasan kita bukan ketika berkumpulnya uang, bukan punya perusahaanya, kepuasaan kita adalah ketika ada orang lapar yang bisa makan dengan bekerja pada perusahaan kita, ada seorang bapak yang terangkat martabatnya dengan bekerja orang yang tidak berpakaian menjadi berpakaian, orang yang anaknya tidak sekolah jadi sekolah; inilah yang kita nikmati.
Kalau untuk kita secukupnya saja, wajar dan proporsional, selebihnya sedekahkan.
Percayalah kita sudah punya rezekinya masing-masing.
Terus evaluasi diri, bangun kekuatan diri, yang penting barokah. jangan sampai kita dapat harta haram yang akan menjadi racun bagi kita.
semoga Allah melimpahkan segala keberkahan untuk guruku,
salam hormat yang begitu tulus dari sang murid,
semoga bermanfaat,
***
Cita-cita itu jangan muluk-muluk, di dunia juga kita harus berhasil.
Jangan sampai hanya memfokuskan ke akhirat saja yang belum tentu sukses dan mengabaikan dunia, karena kita sekarang tinggal di dalamnya.
Kita seharusnya hidup itu cukup bersahaja saja, menolong banyak orang, dan ini yang seharusnya menjadi gaya hidup kita.
Peras lagi otak kita.....
Kalau pecinta dunia itu mencari dunia untuk kepuasan dirinya, pecinta Allah mencari dunia untuk mendapatkan kedekatan dengan Allah.
Pecinta dunia dengan pecinta Allah sama giatnya, kita bahkan lebih giat dari mereka karena kita pakai doa.
Kita kejar dunia dengan bersimbah peluh berkuah keringat, kita peras otak buat perusahaan yang profesional.
Tetapi kepuasan kita bukan ketika berkumpulnya uang, bukan punya perusahaanya, kepuasaan kita adalah ketika ada orang lapar yang bisa makan dengan bekerja pada perusahaan kita, ada seorang bapak yang terangkat martabatnya dengan bekerja orang yang tidak berpakaian menjadi berpakaian, orang yang anaknya tidak sekolah jadi sekolah; inilah yang kita nikmati.
Kalau untuk kita secukupnya saja, wajar dan proporsional, selebihnya sedekahkan.
Percayalah kita sudah punya rezekinya masing-masing.
Terus evaluasi diri, bangun kekuatan diri, yang penting barokah. jangan sampai kita dapat harta haram yang akan menjadi racun bagi kita.
semoga Allah melimpahkan segala keberkahan untuk guruku,
salam hormat yang begitu tulus dari sang murid,
semoga bermanfaat,
***
Pengemis itu suamiku yang dulu
Bismillahirrohmaanirrohiim
Ada seorang laki-laki yang sedang makan bersama istrinya, mereka berdua sedang menyantap ayam panggang,
tiba-tiba datang seorang pengemis, laki-laki tersebut keluar lalu mnghardik dan mengusir pengemis tersebut,
selang beberapa lama laki-laki itu jatuh bangkrut, kekayaanya habis sehingga dirinya harus bercerai pula dengan istrinya,
setelah wanita itu bercerai dari seuaminya, ia menikah dengan laki-laki lain,
suatu hari ia sedang makan bersama suaminya, makanan yang mereka santap adalah ayam panggang,
tiba-tiba pintu rumah mereka ada yang mengetuk dan ternyata seorang pengemis,
suami wanita ini berkata kepadanya, " Berikan ayam panggang ini kepada dia..."
si wanita tersebut keluar untuk memberikan ayam panggang, ternyata peminta-minta yang datang tersebut adalah mantan suaminya yang dulu,
ia memberikan ayam panggang tersebut dan segera kembali kedalam rumah sambil menangis,
suaminya bertanya mengenai tangisannya, ia menceritakan bahwa yang tadi meminta-minta itu adalah bekas suaminya yang dulu, dan tidak lupa ia menceritakan bagaimana kisah suaminya yang pernah mengusir seorang peminta-minta ketika sedang makan seperti yang sedang mereka lakukan sekarang,
suami wanita tersebut berkata.." Engkau jangan heran dengan kekuasaan Allah, demi Allah saya ini adalah peminta-minta yang dulu di usir olehnya..."
wanita ini tertegun...
semoga bermanfaat
***
Ada seorang laki-laki yang sedang makan bersama istrinya, mereka berdua sedang menyantap ayam panggang,
tiba-tiba datang seorang pengemis, laki-laki tersebut keluar lalu mnghardik dan mengusir pengemis tersebut,
selang beberapa lama laki-laki itu jatuh bangkrut, kekayaanya habis sehingga dirinya harus bercerai pula dengan istrinya,
setelah wanita itu bercerai dari seuaminya, ia menikah dengan laki-laki lain,
suatu hari ia sedang makan bersama suaminya, makanan yang mereka santap adalah ayam panggang,
tiba-tiba pintu rumah mereka ada yang mengetuk dan ternyata seorang pengemis,
suami wanita ini berkata kepadanya, " Berikan ayam panggang ini kepada dia..."
si wanita tersebut keluar untuk memberikan ayam panggang, ternyata peminta-minta yang datang tersebut adalah mantan suaminya yang dulu,
ia memberikan ayam panggang tersebut dan segera kembali kedalam rumah sambil menangis,
suaminya bertanya mengenai tangisannya, ia menceritakan bahwa yang tadi meminta-minta itu adalah bekas suaminya yang dulu, dan tidak lupa ia menceritakan bagaimana kisah suaminya yang pernah mengusir seorang peminta-minta ketika sedang makan seperti yang sedang mereka lakukan sekarang,
suami wanita tersebut berkata.." Engkau jangan heran dengan kekuasaan Allah, demi Allah saya ini adalah peminta-minta yang dulu di usir olehnya..."
wanita ini tertegun...
semoga bermanfaat
***
Mulailah Memberi...
Mulailah Memberi...
Seorang wanita cantik, kaya, dan hidup nyaris sempurna secara ekonomi dan fisik, merasa ada yang kurang dalam dirinya. Suatu hari, ketika tidak tahan dengan impitan kekosongan dalam hidup, dia mendatangi psikiaternya, dan bercerita. Ia ingin merasa bahagia.
Maka si psikiater memanggil seorang wanita tua penyapu lantai dan berkata kepada si wanita kaya, "Saya akan menyuruh Mary di sini untuk menceritakan kepada Anda bagaimana dia menemukan kebahagiaan. Saya ingin Anda mendengarnya."
Si wanita tua meletakkan gagang sapunya dan duduk di kursi dan menceritakan kisahnya: "OK, suamiku meninggal akibat malaria dan tiga bulan kemudian anak tunggalku tewas akibat kecelakaan. Aku tidak punya siapa-siapa. Aku kehilangan segalanya. Aku tidak bisa tidur, tidak bisa makan, aku tidak pernah tersenyum kepada siapa pun, bahkan aku berpikir untuk mengakhiri hidupku. Sampai suatu sore seekor anak kucing mengikutiku pulang. Sejenak aku merasa kasihan melihatnya.
Cuaca dingin di luar, jadi aku memutuskan membiarkan anak kucing itu masuk ke rumah. Aku memberikannya susu dan dia minum sampai habis. Lalu si anak kucing itu bermanja-manja di kakiku dan, untuk pertama kalinya aku tersenyum.
Sesaat kemudian aku berpikir, jikalau membantu seekor anak kucing saja bisa membuat aku tersenyum, maka mungkin melakukan sesuatu bagi orang lain akan membuatku bahagia. Maka di kemudian hari aku membawa beberapa biskuit untuk diberikan kepada tetangga yang terbaring sakit di tempat tidur. Tiap hari aku mencoba melakukan sesuatu yang baik kepada setiap orang. Hal itu membuat aku bahagia tatkala melihat orang lain bahagia. Hari ini, aku tak tahu apa ada orang yang bisa tidur dan makan lebih baik dariku. Aku telah menemukan kebahagiaan dengan memberi."
Ketika si wanita kaya mendengarkan hal itu, menangislah dia. Dia memiliki segala sesuatu yang bisa dibeli dengan uang namun dia kehilangan sesuatu yang tidak bisa dibeli dengan uang.
Tidakkah kita lebih tergiur oleh keuntungannya yang jauh lebih besar dengan memberi sebagaimana yang Allah janjikan: “perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji…” (QS 002/Al Baqarah: 261)
***
Seorang wanita cantik, kaya, dan hidup nyaris sempurna secara ekonomi dan fisik, merasa ada yang kurang dalam dirinya. Suatu hari, ketika tidak tahan dengan impitan kekosongan dalam hidup, dia mendatangi psikiaternya, dan bercerita. Ia ingin merasa bahagia.
Maka si psikiater memanggil seorang wanita tua penyapu lantai dan berkata kepada si wanita kaya, "Saya akan menyuruh Mary di sini untuk menceritakan kepada Anda bagaimana dia menemukan kebahagiaan. Saya ingin Anda mendengarnya."
Si wanita tua meletakkan gagang sapunya dan duduk di kursi dan menceritakan kisahnya: "OK, suamiku meninggal akibat malaria dan tiga bulan kemudian anak tunggalku tewas akibat kecelakaan. Aku tidak punya siapa-siapa. Aku kehilangan segalanya. Aku tidak bisa tidur, tidak bisa makan, aku tidak pernah tersenyum kepada siapa pun, bahkan aku berpikir untuk mengakhiri hidupku. Sampai suatu sore seekor anak kucing mengikutiku pulang. Sejenak aku merasa kasihan melihatnya.
Cuaca dingin di luar, jadi aku memutuskan membiarkan anak kucing itu masuk ke rumah. Aku memberikannya susu dan dia minum sampai habis. Lalu si anak kucing itu bermanja-manja di kakiku dan, untuk pertama kalinya aku tersenyum.
Sesaat kemudian aku berpikir, jikalau membantu seekor anak kucing saja bisa membuat aku tersenyum, maka mungkin melakukan sesuatu bagi orang lain akan membuatku bahagia. Maka di kemudian hari aku membawa beberapa biskuit untuk diberikan kepada tetangga yang terbaring sakit di tempat tidur. Tiap hari aku mencoba melakukan sesuatu yang baik kepada setiap orang. Hal itu membuat aku bahagia tatkala melihat orang lain bahagia. Hari ini, aku tak tahu apa ada orang yang bisa tidur dan makan lebih baik dariku. Aku telah menemukan kebahagiaan dengan memberi."
Ketika si wanita kaya mendengarkan hal itu, menangislah dia. Dia memiliki segala sesuatu yang bisa dibeli dengan uang namun dia kehilangan sesuatu yang tidak bisa dibeli dengan uang.
Tidakkah kita lebih tergiur oleh keuntungannya yang jauh lebih besar dengan memberi sebagaimana yang Allah janjikan: “perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji…” (QS 002/Al Baqarah: 261)
***
Imam Bukhari
Beliau dilahirkan pada bulan syawal tahun 194 H di negeri bukhara, yang sekarang di kenal sebagai bagian dari negeri soviet. Beliau adalahseorang yang sangat alim di bidang hadits. Beliau menyusun sebuah kitab yang kesahihannya telah disepakati oleh umat islam dari jaman dahulu hingga sekarang.
Imam bukhari pernah ditanya oleh seseorang:' Bagaimana mulanya engkau berkecimpung dalam bidang hadits ini? Maka beliau mengatakan : saya diilhami untuk menghafal hadits ketika saya bersama dengan para penulis hadits. Berapa usiamu pada waktu itu? Dia menjawab 10 tahun, atau kurang. Saya lalu keluar dari kelompok para penulis itu dan selanjutnya saya selau menemani ad dakhili dan ulama lainnya. Ketika saya telah berkecimpung di bidang ini saya telah hafal ibnul mubarak dan waqi'. Saya lalu pergi ke Mekkah bersama ibu dan saudaraku , sesudah selesai berhaji , saudaraku lalu mengantarkan ibuku pulang, sedangkan saya memperdalam dan mematangkan diri dalam bidang hadits.
Imam bukahari selanjutnya berkelana ke berbagai daerah seperit nisabur, baghdad, bashrah, kufah, mekkah, madinah, syam dan mesir untuk mendapatkan hadits dari sejumlah ulama.
Beliau menulis kitabnya yang bernama tarikh di masjid nabawi, sejumlah buku yang memuat nama-nama rijal ( Orang).
Imam bukhari pada waktu kecil pernah mendatangi para ulama yang sedang bersama para muridnya, karena beliau masih kecil beliau malu memberi salam pada mereka. Suatu ketika beliau ditanya oleh seorang alim: berapa hadits yang sudah kau tulis hari ini? Imam bukhari menjawab: Dua" orang-orang yang ada di sekitarnya mentertawakannya. Alim itu pun berkata" kalian jangan mentertawakannya, boleh jadi suatu hari kalian akan ditertawakannya.
Beliau berkata: suatu kali saya bersama ishak ibnu rahawaih, lalu ada sejumlah temanku yang berkata kepadaku " alangkah baiknya kalau sekiranya engkau kumpulkan sunnah nabi sholallohu alaihi wasalam dalam sebuh kitab yang singkat. Hal tersebut mengena dalam hatiku , maka saya mulai mengumpulkannya dalam kitab ini (Kitab sahih Bukhari).
Beliau berkata : kitab ini saya pilihkan dari 600 ribu hadits. beliau juga berkata : tidaklah aku tulis satu hadits dalam kitab ini kecuali saya wudlu/mandi dan sholat dua rekaat.
Imam bukari berkata: saya menulis hadits dari 1000 orang alim atau lebih. Tidak ada satu pun hadits yang ada padaku kecuali kusebutkan isnadnya.
Imam bukhari meninggal pada tahun 256 H pada malam hari raya idhul fitri pada usia 62 tahun. Kubur beliau terletak di bikharnatk dekat dengan samarkand.
***
Imam bukhari pernah ditanya oleh seseorang:' Bagaimana mulanya engkau berkecimpung dalam bidang hadits ini? Maka beliau mengatakan : saya diilhami untuk menghafal hadits ketika saya bersama dengan para penulis hadits. Berapa usiamu pada waktu itu? Dia menjawab 10 tahun, atau kurang. Saya lalu keluar dari kelompok para penulis itu dan selanjutnya saya selau menemani ad dakhili dan ulama lainnya. Ketika saya telah berkecimpung di bidang ini saya telah hafal ibnul mubarak dan waqi'. Saya lalu pergi ke Mekkah bersama ibu dan saudaraku , sesudah selesai berhaji , saudaraku lalu mengantarkan ibuku pulang, sedangkan saya memperdalam dan mematangkan diri dalam bidang hadits.
Imam bukahari selanjutnya berkelana ke berbagai daerah seperit nisabur, baghdad, bashrah, kufah, mekkah, madinah, syam dan mesir untuk mendapatkan hadits dari sejumlah ulama.
Beliau menulis kitabnya yang bernama tarikh di masjid nabawi, sejumlah buku yang memuat nama-nama rijal ( Orang).
Imam bukhari pada waktu kecil pernah mendatangi para ulama yang sedang bersama para muridnya, karena beliau masih kecil beliau malu memberi salam pada mereka. Suatu ketika beliau ditanya oleh seorang alim: berapa hadits yang sudah kau tulis hari ini? Imam bukhari menjawab: Dua" orang-orang yang ada di sekitarnya mentertawakannya. Alim itu pun berkata" kalian jangan mentertawakannya, boleh jadi suatu hari kalian akan ditertawakannya.
Beliau berkata: suatu kali saya bersama ishak ibnu rahawaih, lalu ada sejumlah temanku yang berkata kepadaku " alangkah baiknya kalau sekiranya engkau kumpulkan sunnah nabi sholallohu alaihi wasalam dalam sebuh kitab yang singkat. Hal tersebut mengena dalam hatiku , maka saya mulai mengumpulkannya dalam kitab ini (Kitab sahih Bukhari).
Beliau berkata : kitab ini saya pilihkan dari 600 ribu hadits. beliau juga berkata : tidaklah aku tulis satu hadits dalam kitab ini kecuali saya wudlu/mandi dan sholat dua rekaat.
Imam bukari berkata: saya menulis hadits dari 1000 orang alim atau lebih. Tidak ada satu pun hadits yang ada padaku kecuali kusebutkan isnadnya.
Imam bukhari meninggal pada tahun 256 H pada malam hari raya idhul fitri pada usia 62 tahun. Kubur beliau terletak di bikharnatk dekat dengan samarkand.
***
Langganan:
Postingan (Atom)
